Kenapa Aku Terlahir Sebagai Penderita Thalasemia?

July142016





Saat itu aku terlahir tanpa beban. Tanpa ku tahu jalan mana yang akan kutempuh. Takdir apa yang harus kulalui. Aku hanya dapat menangis dalam dekapan kedua orangtua. Dalam tangis haru bahagia mereka. Aku hadir dalam keluarga ini, sebagai bayi yang masih suci.


Aku mengira saat itu, dunia begitu indah. Seperti apa yang kulihat. Aku hanya dapat tertawa bahagia ditengah orang-orang yang menyayangiku seutuhnya. Hanya saja sesekali aku menangis terisak karna tak dapat memiliki mainan yang ku inginkan.


Tetapi..
Saat ini dunia berubah, takdir merenggut kebahagiaan itu. Ia menghancurkan hidupku. Ia menentukan jalanku. Ia merusak semuanya, termasuk harapan dan impian yang ingin ku gapai.


Bukan! Bukan takdir yang merenggutnya! Tapi vonis itu! Kenapa aku terlahir sebagai penderita thalasemia? Aku ingin hidup, aku ingin ada, aku ingin terlahir sempurna seperti mereka!


Aku ingin dapat melakukan apa yang ingin kulakukan. Aku ingin bebas tanpa ada batasan. Aku ingin terlepas dari ratusan jarum suntik yang selalu menyakiti kulitku. Aku ingin terlepas dari bantuan darah orang lain. Aku ingin hidup! Aku ingin normal! Tanpa harus bersahabat dengan rumah sakit yang menakutkan!


Namun..
Kenapa Tuhan mengutusku? Kenapa bukan mereka? Hingga kapan ini berakhir? Apakah hingga maut menjemputku? Seumur hidupku? Bukankah Tuhan memberi sakit dan Dia yang akan memberi obat?
Lalu, kenapa hingga kini tak ada obat untuk thalasemia? Hanya dengan transfusi darah? Dan minum obat-obatan yang lainnya? Tanpa ada kata sembuh? Hanya memperlambat kematian? Mungkin!!


Aku hanya ingin ada untuk dikenang. Walau aku tau, hidupku untuk mati. Jalanku untuk kembali. Dan takdir untuk kulalui. Aku ikhlas menjalani. Hanya saja aku seorang insan biasa. Aku lemah, aku rapuh, aku luka, aku duka. Walau ku dapat menyimpan semua dalam tawa.


Disaat aku lelah lalui hari. Disaat aku lelah menghitung waktu. Aku melihat sebanyak itu kejatuhanku. Disaat semua tak lagi sama, dan disaat hati berontak tak berotak terhadapku, aku ingin pergi, aku ingin pulang, aku ingin kembali. Aku ingin mengakhiri kisah ini. Aku tak sanggup, aku runtuh terkubur dalam kelemahan.


Harapanku sirna. Aku tak dapat lagi melihat cahaya. Kini, aku lebih suka berada dalam kegelapan. Menyendiri, menemukan arti, mengusir kebimbangan dibawah redupnya cahaya gemintang.


Hingga saat nanti, kan kutemukan suatu zaman. Dimana aku berada dalam suatu tempat damai. Tiada rasa sakit, beban, ataupun kesedihan. Suatu tempat yang kunamakan keabadian. Tempat dimana aku akan pulang untuk selama-lamanya. Dan kisah hidupku tinggal menjadi kenangan yang akan terlupakan.







*****




Assalamu'alaikum WR.WB

Hallo.. I'm back.. mrgreen
Apa kabar semuanya?
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Bathin smile
Duuhh kangen banget posting.. Kangen banget sama semuanya sahabat MWB. Kangen banget juga sama blog Zia yang tak berpenghuni. cry
Sudah lama gak nulis, tulisannya gak bagus mohon dimaklumi ya sobat. rolleyes
Tapi maaf karna memang ini bukan Zia sengaja gak posting sampai 3 bulan (gak ada yang peduli) hiiikksss..
Dan Zia minta maaf yang sebesar-besarnya buat yang telah request sampai saat ini belum Zia posting.
Zia juga lupa siapa saja yang request karna bahan yang sudah Zia siapin hilang semua terinstal. Berhubung Zia juga cuma bermodal Hp, dan Hp nya juga ngambek hingga harus instal ulang maka file catatan Zia juga ikut menghilang. Sekali lagi Zia mohon maaf, kalau berkenan boleh di request ulang. cry

Wassalamu'alaikum WR.WB

Aku dan Air mata

March162016
Thumbnail#Coretan tangan Sebelumnya aku tersadar bahwa memilikimu seutuhnya tidak akan pernah bisa. Aku disini mengubur seluruh resah. Iya, bahwa aku bahagia. Aku tak terluka dengan semua ucapan yang kau lontarkan. Tapi, aku merasa tidak sanggup untuk berterus terang. Mengutarakan maksudku. Membiarkan isi hatiku berbicara. Karna ku merasa semua akan sia-sia. Untuk apa aku tetap tinggal, namun ku tak dapat menenangkan? Aku merasa tiada... [Baca selengkapnya]

Pernah di Buka Waktu, untuk Mu

January112016
Thumbnail#Coretan tangan Request: H.T.P Dalam gigil beku merasuk pilu kenangan. Bergeming dalam buaian patah kata tak pernah sampai. Terendap dalam sepi menuai lara. Pernah ku buka hati, memberi sebongkah rasa iringi secercah harap yang pernah tercipta. Ku berdiri dalam dekap sepi, menanti cahaya tak kunjung pasti. Kini semua tinggal kenang yang menyisa luka menganga. Ku penjara hasrat menyayat sukma. Bukan ku tak ingin mengungkap... [Baca selengkapnya]

Adalah Aku

January042016
ThumbnailAdalah aku menanti fajar di pagi hari dengan rengkuhan rindu Membasuh bias embun yang mengering di dedaun layu Menggenggam asa penuh harap terbentang pilu Menyeruak kalbu jiwa dalam rongga biru Adalah aku menanti hembusan angin di pagi hari Kicauan burung menggema usir sepi Dalam kesyahduan cahaya mentari Meresap hembusan nafas yang masih Dia beri Adalah aku seorang insan lemah Hadir pedih menyergap ketika lelah Kekuatan penopang sayap telah patah Terseok melintasi... [Baca selengkapnya]
 
Kembali ke Atas