Hari Menyebalkan!

September082016
Pagi ini aku terburu-buru untuk segera pergi ke kampus. Karena akan ada ulangan, namun lagi-lagi aku bangun kesiangan. Sedangkan dosenku hari ini adalah dosen yang paling killer sepanjang sejarah.
Ahh... Sial! Pasti aku kena hukum dan mendapat nilai C karna telat. rolleyes

Aku bergegas memasukkan semua buku pelajaran yang telah kusiapkan sebelumnya di meja belajar. Ku ambil sepotong roti dari meja makan, kulahap habis sambil berjalan mengeluarkan motor biruku dari dalam garasi. Tanpa basa basi ku gas dan melaju cepat agar aku segera tiba di kampus.

Namun sialnya masih setengah perjalanan motor ku ngambek dan tak mau hidup. Aku tak mengerti dunia service menyervice dan engkol memengkol motor. Yang ku tahu hanya menggunakannya sebagai kendaraanku saja. rolleyes

"OMG...!" batinku dalam hati.

Entah dosa apa yang ku perbuat hingga masih pagi begini aku sudah tertimpa musibah. Tanpa pikir panjang ku dorong motorku hingga sampai di sebuah bengkel service motor yang tidak terlalu jauh dari tempat motorku mogok tadi.

"Untunglah," aku menarik napas lega.

Keringatku mulai bercucuran membasahi hijab merah yang ku kenakan. Bau menyeringai terasa menyergap hidung pesekku. Aku tak memikirkan hal itu lagi, yang terpenting aku bisa sampai kampus secepatnya.

Aku langsung memarkirkan motorku di tempat service yang telah disediakan. Setelah beberapa saat diperiksa dan melihat pokok permasalahannya, aku langsung bertanya kepada mas service yang ada disana. "Berapa lama motor ku akan selesai mas?"

"Satu hari mbak. Besok siang sudah bisa di ambil," jawabnya singkat.

"Apa?! Mas gak salah?" kataku kaget.

"Ya enggaklah mbak. Ini harus bongkar mesin."

Mendengar ucapannya aku sedikit kesal. Itu kan motor baru, kenapa harus bongkar mesin? Aku juga gak paham tentang itu semua, yang kupaham hanya soal makan. Tapi badanku tetap saja sebesar lidi. Yang jaman sekarang lagi trend wanita lidi-lidian karna gila ingin kurus. rolleyes Tapi memang badanku gak mau gemuk dan besar, bukan karna aku gila diet menguruskan badan. biggrin

Maka akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan motorku disana dan berpikir mencari angkutan umum saja. Belum sampai 5 menit, aku mendapatkan angkutan umum yang ku cari. Akhirnya aku naik angkot (angkutan kota). Untuk seorang mahasiswi sepertiku dikenakan biaya sebesar 3.000 rupiah hingga sampai tempat tujuan. Biaya yang relatif murah dan ramah dikantong.

Tak mengapalah, daripada aku terlambat lebih baik aku naik angkot yang isinya sudah sangat penuh. Karna jika aku menunggu lagi, bisa-bisa aku terlambat lebih dari 15 menit. Berhubung badanku langsing seperti lidi, rolleyes jadi aku muat untuk masuk kedalamnya. Hanya cukup untuk satu orang sepertiku dengan duduk sedikit tertahan sebagian di paha orang. Untungnya wanita, bukan cowok berondong seperti yang kuharapkan. lol

Dalam waktu kurang lebih 20 menit, aku sudah tiba di kampus. Hingga akhirnya aku menghembuskan napas lega. Aku berjalan melewati tempat parkir dan juga lorong kelas. Ternyata di kelas sudah sangat ramai, tetapi aku belum melihat dosenku ada disana. Padahal aku sudah telat lebih dari 10 menit. Tidak seperti biasanya, apakah ia akan datang terlambat?
Aku bertanya pada Andi, dia adalah komisaris kelasku. Ternyata dia bilang pak Bambang tidak dapat hadir karna ada urusan mendadak keluar kota.

Huahh, rasanya ingin kubanting saja meja ini setelah mendengar penjelasan Andi barusan. Tapi aku mengurungkan niatku karna aku tidak punya uang untuk ganti rugi. lol

✳✳✳


Hari ini aku hanya memasuki 1 mata kuliah saja berhubung salah satu dosenku tidak datang dan digantikan dengan hari lain. Aku merasa sangat lelah karena pergi-pulang harus menaiki angkutan umum ditengah kota yang macet dan juga panas. Hingga pukul 13.00 wib aku sudah tiba di rumah. Baru saja merilekskan tubuhku sejenak, tiba-tiba ponselku berdering. Ternyata kakakku yang menghubungiku.

"Pasti ada maunya," batinku dalam hati.

"Hallo kak, ada apa?" aku mengangkat telponya dengan wajah lugu sambil memainkan jari telunjuk kiri di dalam hidungku yang terasa gatal.

"Hallo. Kau sudah dirumah kan?" katanya dari seberang sana.

"Iya.. Emangnya ada apa? Tumben?" tanyaku menyelidik. Sedikit mengendus maksud darinya yang menelponku secara tiba-tiba.

"Tolong antarkan helm dan juga jas hujan ke kantor ya. Tadi pagi kakak lupa bawa helm dan jas hujannya. Dan kakak juga sudah kena tilang polisi."

"Halah.. Kena tilang polisi? Kasih uang saja kan beres," jawabku seadanya. rolleyes

"Iya..! Kau tak usah mengajariku. Aku sudah tahu!"

"Trus? Kenapa kakak menyuruhku untuk mengantar helm dan juga jas hujan?"

"Kau buta?! Ini sudah mendung, nanti aku kehujanan! Lalu jatuh sakit!" suaranya meninggi seperti ingin menerkamku.

"Kenapa tidak pakai plastik kresek saja untuk menutupi kepalamu dan badanmu kak?" kataku dengan nada mengejek. rolleyes

"Plastik mahal! Harus bayar 200 rupiah! Aku gak mau tau! Kau harus mengantarnya sekarang juga! Sebelum hujan turun! B-u-r-u-a-n!"

"Haishh," ku jauhkan ponselku karna suaranya memekakkan telinga. "Kau tak tau? Motorku sedang di service, lalu aku harus naik apa?" kataku memelas. eek

"Kau bisa pinjam motor abang! Atau naik angkot! Terserah kau saja!"

"Oke deh," jawabku menyerah. "Tapi a—"

Tutt..tuuttt...

Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, kakak sudah terlebih dahulu menutup telponnya.

"Kenapa dia menyebalkan sekali?!" gumamku geram.

Ya sudahlah, aku hanya anak terakhir yang sudah pasti harus mematuhi perintah kakakku. Aku bergegas mengambil helmnya dan meminjam motor abangku. Setelah kudapatkan kuncinya, aku mengenakan helm yang akan ku bawa untuk kakak dan memasukkan jas hujan kedalam bagasi motor. Lalu aku mulai menaikinya, tetapi aku tak bisa mengangkatnya. Abangku tertawa cekikikan melihat tingkahku yang aneh.

"Kenapa? Katanya mau bawa?" dia menertawaiku dengan wajah mengejek.

"Ini motornya rusak ya bang?" tanyaku penuh heran.

"Hehh.. Bukan motornya yang rusak! Tapi matamu yang sudah rusak!"

"Kau tak usah meledekku bang. Aku tau mataku sudah minus 6. Tapi aku sudah mengenakan kaca mata kok," jawabku marah. evil

"Dasar oon! Bagaimana mungkin kau bisa mengangkat motor dengan bobot 135kg dengan ukuran badanmu yang sebesar lidi?" katanya sambil tertawa terbahak-bahak.

Haiish... Iya aku baru ingat. rolleyes Berat badanku hanya 42kg dengan tinggi 168cm bahkan tidak ada setengah dari bobot motor tersebut. Memang aku oon sekali, aku baru sadar. Pantesan saja motor itu tak bergerak sama sekali saat aku berusaha mengangkatnya. neutral

Akhirnya aku memutuskan untuk naik angkot saja. Aku berjalan beberapa meter dari rumah untuk bisa mendapatkan angkot yang kucari. Setelah kutemukan, aku bergegas naik ke dalamnya. Ku sapu pandangan keseliling masih cukup untuk 2 orang lagi. Aku memutuskan untuk duduk di samping pria tampan berjaket jeans dengan kaos berwarna hitam dan juga celana jeans sepanjang lutut.

"Kesempatan pikirku. Mungkin salah satu hikmah dibalik ini semua," batinku dalam hati sambil tersenyum melirik ke arahnya yang dibalas dengan senyuman cool dari wajah tampannya.

Namun aku risih, ketika semua penumpang memandang ke arahku dengan tatapan heran penuh tanya. Tapi aku berpikir positif saja, mungkin mereka semua terpesona karena kecantikanku. Hingga aku memberanikan diri untuk bertanya pada seorang Bapak yang duduk di depanku.

"Kenapa Pak? Kok ngelihatinnya begitu? Aku cantik ya?" kataku kepedean.

"Bukan dik. Adik masih waras kan?"

Tatapannya membuatku ngeri. Dia menatapku seperti menatap rendang yang hendak di santap.

"Ya jelaslah aku waras," jawabku sinis.

"Tapi ngapai naik angkot pakai helm?" dia menunjuk ke arahku.

"Ehh.. Ohh.. Ehmm... Ini.. Nganu pak," jawabku terbatah sebelum melanjutkan perkataanku. "Motorku mogok," kataku lagi berbohong agar tidak malu di depan pria tampan yang sedang duduk disampingku sambil tertawa kecil memandang ke arahku dan juga bapak berbaju hijau yang duduk didepanku.

"Ohh.. Gitu?" bibirnya membulat sambil mengangguk pelan.

Aku hanya menyeringai menahan malu. Baru ingat kalau aku masih mengenakan helm semenjak dari rumah tadi.

"Bodoh!! Kenapa aku bisa lupa?!" batinku dalam hati.

Aku bergegas melepas helm yang ku kenakan. Daripada aku di sangka manusia setengah waras, pikirku. Lebih baik ku pegang saja helm ini. Memang kakakku selalu saja merepotkan. Dan sifatku yang pelupa juga selalu menyusahkan.

✳✳✳


Tak berapa lama aku sudah tiba di Bank tempat kakakku bekerja. Awan hitam sudah semakin gelap menyelimuti langit. Ku langkahkan kaki ku masuk ke dalam gedung besar ber-AC itu. Aku bertanya pada satpam yang berjaga di depan. Dia memberitahuku kalau kakakku sedang bertugas melayani customer. Tanpa pikir panjang aku langsung menemuinya dan tak menghiraukan customer yang sedang dilayani olehnya.

"Permisi," kataku menggeser ibu-ibu yang sedang mengantri. "Nahh.. Ini helmnya, dan ini jas hujannya." kupakaikan helm itu langsung di kepalanya yang mungil dan meletakkan jas hujan di atas meja.

"Hey.. Kau ini tidak sopan!" katanya marah. evil

"Aku harus pulang naik apa kak? Langit sudah semakin gelap," jawabku tanpa menghiraukan amarahnya.

"Terserah!"

"Benarkah terserah? Aku boleh naik apa saja?!" tanyaku meyakinkan.

"Iya! Sudah sana pulang! Sebelum hujan turun!" bentaknya sambil membelalakkan mata.

"Yess!! Terima kasih kak!" jawabku sambil berlalu pergi meninggalkannya yang masih memandangi punggungku yang menghilang di balik pintu keluar.

Kakak ku hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahku yang kekanakan. Mungkin dia mengira aku kegirangan karena aku penyuka hujan. Maka aku bisa naik angkutan apa saja sambil menari dibawah tumpahan air langit itu.

Namun aku sudah dalam perencanaan yang sangat matang. Tiba di parkiran aku mengeluarkan kunci cadangan motor kakak yang sudah ku bawa dari rumah. Setiap kendaraan yang ada di rumah pasti memiliki kunci cadangan yang disimpan di laci lemari khusus. Aku mempertajam mataku mencari-cari dimana motor kakakku terparkir.
"Ahaa.." aku tersenyum semringah ketika mendapatkannya.

Tugasku telah selesai pergi untuk mengantar helm dan juga jas hujan kakak. Toh dia berkata agar tak kena hujan dan basah. Aku juga boleh pulang naik kendaraan apa saja. Itu artinya aku boleh mengendarai motornya. lol
Jadi, dia bisa memakai helm dan juga jas hujan itu agar tidak kebasahan dan naik angkutan umum untuk pulang ke rumah nanti malam. lol
Sedangkan aku bisa pulang dengan menggunakan motornya agar aku cepat sampai di rumah. lol

Aku buru-buru menaiki motornya dan menarik gas melaju dengan kencang membelah jalan yang mulai diguyur rerintikan hujan.

✳✳✳


Hari telah malam, bintang mulai keluar dari peristirahatan. Ditemani rembulan yang memancar redup tertutup awan. Aku baru saja menyelesaikan tugas kuliahku. Membereskan semua buku-buku yang masih berserakan di meja belajar. Namun tiba-tiba terdengar suara seperti halilintar yang memekakkan telinga dari depan pintu rumah.

"Ziiiiiiiaaaaaaaaa!!!!!!!!!"

"Oooppss..! Itu pasti suara kakak!" surprised

Separuh Jiwa Tak Terganti Chapt 01

September012016
ThumbnailAssalamualaikum.Wr.Wb Haii.. Apa kabar? Semoga pada baik ya.. Sebelumnya Zia mau minta maaf untuk keterlambatan blog walking dan juga kunbal ke blog sobat semua. Itu dikarenakan jaringan internet Zia belakang ini suka down. Tapi insya Allah pasti Zia usahakan. Hari ini Zia mau bagikan cerbung hasil kolaborasi bareng mbak Maya. Ini adalah cerbung kolaborasi pertama. Langsung saja yuk di baca... Semoga... [Baca selengkapnya]

Aku Merindukanmu

August242016
ThumbnailHaii, kamu.. Yang sering kupanggil dengan sebutan 'My Prince', 'Bawel', dan juga 'Sabaw'. Aku berharap, suatu hari kamu akan membaca ini. Walau kini bahkan mungkin kamu enggan untuk mengangkat telponku atau membaca pesan-pesanku. Tetapi aku yakin jika nanti kamu pasti akan membacanya di sela waktu kesibukanmu. Disaat mungkin rindu yang akan menuntunmu kesini. Rindumu padaku yang mungkin kini telah hilang. Entah... [Baca selengkapnya]

Teror Kamar 211

August202016
Assalamualaikum Wr.Wb Hallo, apa kabar di malam yang horor ini? Terutama buat para jomblo. Zia merasa malam keramat itu bukan malam jum'at, tetapi malam minggu. Karena banyak pemandangan menyeramkan. Semua pasangan muda-mudi lewat berpegangan tangan sedangkan Zia sendirian. Hikks.. Horor banget kan? Ahh sudahlah lupakan! Zia mau berbagi cerita horor aja di malam yang mencekam ini. Pas banget, biar dapat sisi... [Baca selengkapnya]
 
Kembali ke Atas