Aku dan Air mata

March162016







#Coretan tangan



Sebelumnya aku tersadar bahwa memilikimu seutuhnya tidak akan pernah bisa. Aku disini mengubur seluruh resah. Iya, bahwa aku bahagia. Aku tak terluka dengan semua ucapan yang kau lontarkan.

Tapi, aku merasa tidak sanggup untuk berterus terang. Mengutarakan maksudku. Membiarkan isi hatiku berbicara. Karna ku merasa semua akan sia-sia. Untuk apa aku tetap tinggal, namun ku tak dapat menenangkan?

Aku merasa tiada arti menjalani. Namun pernahkah kau berfikir sedikit tentang rasa? Rasaku yang terpendam dalam jurang kehancuran. Gelisahku mungkin kan risihkanmu. Tapi inilah aku, yang terlalu menyayang.

Aku tak menyalahkan apapun, siapapun. Karna ku tak berhak untuk itu, mungkin!
Sakit, pedih, luka ini sempurna telah terajut dalam dusta. Kedustaanku yang selalu menyimpan semua perasaan yang terkoyak.

Terkadang ku berfikir tuk pergi, menghilang. Tanpa ada siapapun, kamu, kita, atau mereka. Aku ingin menyindiri dibawah naungan senja. Aku ingin menepis semua kekesalan. Aku ingin mengubur semua luka yang pernah menganga. Cukup ada aku, dan air mata.





*****




Assalamu'alaikum Wr.Wb
Apa kabar semuanya? Semoga pada sehat ya smile
Kalau zia jangan ditanya, karna zia lagi sakit (hati) lol
Alhamdulillah zia sehat kok hehee cheesy-grin
Kangen nangkring disini, 2 bulan blog terbengkalai sampai kebanjiran juga gak ada yang ngurus, kasian cry
Kangen sama sobat semua juga, tapi kayaknya gak ada yang kangen sama zia mrgreen
Maaf untuk yang request karna keterlambatan zia ngepost. Maaf juga komentarnya gak bisa dibalas satu persatu.
Terimakasih yang udah setia berkunjung ke blog yang tak berpenghuni ini. smile
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Pernah di Buka Waktu, untuk Mu

January112016
Thumbnail#Coretan tangan Request: H.T.P Dalam gigil beku merasuk pilu kenangan. Bergeming dalam buaian patah kata tak pernah sampai. Terendap dalam sepi menuai lara. Pernah ku buka hati, memberi sebongkah rasa iringi secercah harap yang pernah tercipta. Ku berdiri dalam dekap sepi, menanti cahaya tak kunjung pasti. Kini semua tinggal kenang yang menyisa luka menganga. Ku penjara hasrat menyayat sukma. Bukan ku tak ingin mengungkap... [Baca selengkapnya]

Adalah Aku

January042016
ThumbnailAdalah aku menanti fajar di pagi hari dengan rengkuhan rindu Membasuh bias embun yang mengering di dedaun layu Menggenggam asa penuh harap terbentang pilu Menyeruak kalbu jiwa dalam rongga biru Adalah aku menanti hembusan angin di pagi hari Kicauan burung menggema usir sepi Dalam kesyahduan cahaya mentari Meresap hembusan nafas yang masih Dia beri Adalah aku seorang insan lemah Hadir pedih menyergap ketika lelah Kekuatan penopang sayap telah patah Terseok melintasi... [Baca selengkapnya]

Selamat Hari Ibu

December222015
ThumbnailBidadari nyata yang Tuhan kirimkan untukku #Coretan tangan Mentari kini kembali terbit dari tempat persembunyiannya. Embun pagi membias cahaya. Lantunan doa tiada henti terpanjat untukmu setiap waktu diujung sajadahku. Kini aku telah dewasa, tiada lagi dapat merengek meminta. Namun kasih sayangmu selalu mengalir membalut tubuhku. Dekapanmu selalu menghangatkan, cinta tiada pernah berhenti kau curahkan. Doa-doa selalu kau panjatkan untuk kami anakmu. Belaian tanganmu selalu... [Baca selengkapnya]
 
Kembali ke Atas